Rabu, Mei 21, 2008

PRODUKSI ENZIM XILANASE SEBAGAI GULA XILOSA

Oleh :

Aldila Rahmawati (0511033001)

Atika Rizky I. (0511033004)

Dyah Kusuma W. (0511033008)

Nuril Nuritza M. (0511033015)

Pemanfaatan limbah berlignoselulosa dengan menggunakan jasa mikroorganisme dapat menghasilkan enzim ekstraseluler yang mampu mendegradasi bahan berlignose-lulosa menjadi fraksi penyusunnya. Misalkan enzim selulase yang dapat merombak bahan berlignoselulosa berupa jerami atau sampah organic menjadi kompos, atau menghidrolisis selulosa menjadi glukosa. Sedangkan xilanase dapat menghidrolisis hemiselulosa menjadi xilosa, proses ini dapat diaplikasikan ke beberapa proses dan pemanfaatannya.

Salah satunya adalah pemanfaatan xilanase untuk gula xilosa. Xilanase dapat menghidrolisis xilan (hemise-lulosa) menjadi gula xilosa. Gula xilosa banyak digunakan untuk konsumsi penderita diabetes. Di Malaysia, gula xilosa banyak digunakan untuk campuran pasta gigi karena dapat berfungsi memperkuat gusi. Dengan beragamnya kegunaan gula xilosa maka perlu adanya inovasi ke arah produksi xilosa tersebut. Inovasi tersebut muncul diantaranya apabila enzim penghidrolisis lignoselulosa tersebut sudah tersedia.

Penggunaan xilan dalam produksi xilanase skala besar terlalu mahal. Alternatif sumber karbon selain xilan, yaitu jerami padi. Jerami kering dipotong sepanjang 10 mm, kemudian dipanaskan 121˚C selama 1 jam. Sesudah penyaringan, xilan kasar diendapkan dengan etanol 99% dan diinkubasi selama 24 jam. Hasil endapan adalah xilanase kasar.

Komposisi medium fermentasi dapat sederhana atau kompleks tergantung jenis mikroba dan kondisi fermentasinya. Substrat yang digunakan dalam proses fermentasi berpengaruh terhadap aktivitas dan produktivitas enzim. Zat makanan utama bagi pertumbuhan mikroorganisme adalah sumber karbon, nitrogen, dan komponen mineral terutama fosfat. Beberapa sumber karbon yang sering digunakan adalah molases, serealia, pati, glukosa, sukrosa, dan laktosa. Xilan dengan aktivitas xilanase yang dihasilkan oleh mikroorganisme akan terhidrolisis menjadi xilosa.


7 komentar:

Anonim mengatakan...

Nina Eka Jayanti (0511030056)

saya mau tanya mikro yang digunakan dalam produksi enzim xilanase tersebut apa?? terus apa bedanya dengan gula yang selama ini digunakan untuk penderita diabetes misalnya gula dari jagung "diabetasol".
terimakasih

Anonim mengatakan...

Vitta Rizky Permatasari (0511030074)

Bagaimana dengan kekurangan dari enzim xilanase tersebut dibandingkan dengan enzim lainnya?
Lalu, produk kinkritnya nanti berbentuk apa?
Kapsul?Bubuk?Padatan?

Terima kasih.

Anonim mengatakan...

CRISTY WULANDARI (0511033005)

Asw, yang mau saya tanyakan:
1. sebenarnya ada berapakah klasifikasi xilanas?

2. pada kelas manakah yang berpotensi untuk menghasilkan xilosa sehingga membantu/ menguntungkan bagi industri penghasil xilosa?

Anonim mengatakan...

DYAH KUSUMA W.
(0511033008)

Jawaban dari pertanyaan Cristy wulandari: Berdasarkan substrat yang dihidrolisis, xilanase dapat diklasifikasikan yaitu β-xilosidase, eksoxilanase, dan endoxilanase.
- β-xilosidase yaitu xilanase yang mampu menghidrolisis xilo-oligosakarida rantai pendek menjadi xilosa. Sebagian besar enzim β-xilosidase yang berhasil dimurnikan masih menunjukkan aktivitas transferase.
- Eksoxilanase mampu memutus rantai polimer xilosa (xilan) pada ujung reduksi. Enzim ini mengandung sedikit mengandung aktivitas transferase.
- Endoxilanase mampu memutuskan ikatan β 1-4 pada bagian dalam rantai xilan secara teratur, pemutusan ikatan ditentukan berdasarkan panjang rantai substrat, derajad percabangan, gugus subtitusi.

Tidak ada penjelasan spesifik mengenai klas mana yang paling berpotensi dalam jurnal. Namun, dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa endoxilanase yang lebih berpotensi.

Anonim mengatakan...

DYAH KUSUMA W.
(0511033008)

menanggapi pertanyaan dar saudari Vitta Rizky P.

untuk kekurangan enzim xilanase dalam pembuatan gula xilosa ini yaitu rendahnya kandungan xilan sehingga bisa dikatakan kurang ekonomis. namun, ini bisa diatasi dengan melakukan proses multienzim sehingga ada produk lain yang dihasilkan selain xilosa (misalnya: glukosa)

untuk bentuk konkrit dari produk tidak dikatakan dengan jelas. namun bentuk gula pada umumnya adalah berbentuk serbuk atau kristal padat. seperti halnya gula tebu, gula jagung dan gula lainnya.

Anonim mengatakan...

DYAH KUSUMA W.
(0511033008)

Menanggapi pertanyaan dari saudari Nina Eka J.

mikro yang digunakan adalah jamur dan bakteri. untuk jamur, dari strain clostridium sp. adalah C. acetobutylicum NRRL B527 dan ATTC 824. untuk bakteri, Bacllus sp. yaitu Bacllus sp YC 335 dan Bacllus sp. 41M-1 serta Bacllus sp. TAR-1.

perbedaan xilosa dengan gula jagung adalah Kandungan gula yang ada dalam jagung (manis) adalah fruktosa, yaitu monosakarida yang mempunyai enam atom C (heksosa). sedangkan untuk xilosa adalah monosakarida yang mempunyai lima atom C (pentosa).

keduanya memang dapat digunakan untuk penderita diabet. namun xilosa juga berpotensi untuk memperkuat gusi. atau produksi C5H12O5 yang sekarang sedang marak yaitu produksi xilitol (C5H12O5) secara komersial yang dilakukan melalui proses hidrogenisasi xilosa.

Anonim mengatakan...

Andi (Mahasiswa UNEJ)

sbnrnya untuk klasifikasi bakteri, bakteri apa saja yang mampu menghasilkan xilanase?

Mksh...