Senin, Juni 29, 2009
pemulung?
Akhirnya saya putuskan untuk mendekati, saya tanya: apa sudah makan? dia bilang belum..
dan dia bilang: "saya pengin sekolah bu..." pengin ikut ibu..
Saya bilang: ok, ok... tapi kamu bilang dulu sama bapakmu, saya takut orang tua mu marah....
Dia bilang: "Bu..., bapa saya gak bisa ngomong...?
Maksudmu apa...., apa dia bisu...??
Dia mengangguk...
Ohh Yaa Allah...(batinku..)
dia bercerita lagi: Bapa sering disiram minyak sama ibu saya bu...(anak itu cerita sambil berlinang air mata)
OHHH...Yaa Allah..., ketika itu juga rasanya semua tulang2 saya lepas, dan teriris iris ngilu... (betapa kasihannya batin anak ini... sesungguhnya..)
Saya rasanya tak ingin pulang dulu sebelum bisa membuat anak ini tenang dan sedikit ada harapan...
Rasanya juga pengin saya ajak pulang,.... untuk tinggal di warung kecil saya (karena rumah ku juga belum memungkinkan untuk di tinggali orang asing)..
Setelah tenang,... saya janji untuk esoknya sy kembali lagi...
Ketika saya kembali, dia ajak adiknya yang masih 5th dan 6th...
Juga ada temen2 nya yang sudah sekolah walopun anak pemulung...
Alhamdulillah saya juga sudah menemukan sekolah yang kira2 dapat menampung mereka..
Tinggal kemantapan mereka saja, dalam sekolah.
Alhamdulillah mereka sudah datang sekali ke warung kecil saya, sehingga InsyaAllah bisa sering komunikasi dan membantu mereka se mampu sy tanpa harus saya cari mereka..
Lalu saya ber andai-andai, seandainya saya punya tanah kosong dan uang lebih... saya buatkan mereka rumah singgah... yang dapat membuat mereka selalu bisa mengembangkan bakat dan berbagi dalam hidup ini.... sehingga meringankan beban mereka dan mereka juga punya harapan masa depan yang lebih baik..
Semoga Allah swt mengabulkan apa yang sy harapkan ini... Amien...
Cerita diatas bukan riya' tapi ingin rasanya kita sama2 mengajak teman-teman untuk berbagi jika menemukan anak-anak yang kondisinya seperti itu...
Wassalam,
eni
Rabu, Mei 20, 2009
Bacteria eating viruses help fight food pathogens: EFSA study
By MIke Stones, 18-May-2009
“Bacteria eating” viruses, known as bacteriophages, could be an effective way of eliminating specific food pathogens, according to a recent report from the European Food Safety Authority’s BIOHAZ Panel.
Some bacteriophages, under specific conditions, could be used to eliminate specific pathogens in milk and meat products, concluded the study.
The panel, which deals with biological hazards in the field of food safety and food-borne diseases, noted that bacteriophages tend to persist longer than their hosts and behave as inert particles in the environment.
But, their long-term antibacterial activity is reduced on dry surfaces and their persistence in food varies with each bacteriophage, and with the conditions of application. Factors include: Dose, and physical and chemical factors associated with the food such as pH and moisture levels. For example, refrigeration temperatures improve the persistence of bacteriophages on the surfaces of meat and dairy products.
Environmental factors
However, after reviewing peer-reviewed scientific literature, the panel was unable to conclude whether or not bacteriophages can protect against bacteria in cases where the food becomes re-contaminated. The effectiveness of bacteriophages against re-contamination of food may vary according to the characteristics of the food, the type of bacteriophage and how it is used, and environmental factors.
The panel recommended further research to gauge the persistence of bacteriophages in foods and their ability to prevent recontamination with bacterial pathogens. Research should focus on specific combinations of bacteriophages, pathogens and foods, it said.
The panel’s study stemmed from a request from European Commission for the European Food Safety Authority (EFSA) to advise on the use of bacteriophages on food of animal origin. It was asked to particularly focus on the mode of action of bacteriophages on carcasses, meat and dairy products.
Bacterial cells
Bacteriophages occur in a broad range of habitats in nature and can be isolated from meat, milk and derived products. They replicate best on growing bacterial cells, but can also reproduce on cells which are not in a growing phase.
The US Food and Drug Administration first approved the use of bacteria eating viruses as food additives in ready-to-eat meat and poultry to protect against Listeria three years ago.
Senin, Mei 18, 2009
Fermentasi Kedelai Berkelanjutan
Dalam rangka melakukan penelitian yang berkolaborasi dengan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE), Prof. Dr. Ir. Sri Kumalaningsih, M.App.Sc melakukan kunjungan ke Thailand pada Senin (27/4)-Kamis (7/5). Diwawancarai PRASETYA Online, Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian ini menyatakan bahwa proposal yang akan diajukannya berjudul "Sustainability of Fermented Soybean to Alleviate Poor People". Dalam penelitian tersebut, pihaknya berupaya untuk menyusun aneka teknologi fermentasi yang murah dan tepat guna di berbagai kawasan di Asia dengan menggunakan kedelai varietas lokal. Beberapa negara yang menjadi acuan diantaranya adalah Thailand, Indonesia, China, dll. Di Thailand, pihaknya secara khusus melakukan observasi pengolahan kedelai untuk pembuatan kecap dan tauco dalam skala industri besar. Sementara di Indonesia, observasi serupa pun dilaksanakan dengan pengamatan khusus pada pembuatan tempe secara tradisional dalam skala industri kecil dan menengah. Hal yang menjadi perhatian khususnya ketika berkunjung ke Thailand adalah pengolahan kedelai untuk menjadi aneka produk tanpa menyisakan sedikitpun limbah dengan proses yang lebih cepat dan manajemen yang tertata. "Mereka bekerja dengan disiplin dan etos kerja tinggi yang disertai manajemen yang tertata sehingga lebih efisien dan produktif. Selain itu, mereka juga telah memperhatikan manajemen lingkungan sehingga proses produksi relatif lebih higienis", terangnya. Program kali ini merupakan salah satu perwujudan dari visinya yaitu teknologi tinggi untuk masyarakat tak berdaya (high technology for poor people). Terkait hal ini, ia secara khusus menyoroti program plasma di Thailand dimana industri skala besar berkolaborasi dengan Usaha Kecil Menengah (UKM) diantaranya dalam hal supply bahan baku dan penanganan sub product maupun by product. Melalui kunjungannya kali ini, ia bermaksud untuk melakukan studi banding dan tukar wawasan dalam berbagai proses pengolahan kedelai di Asia. Manajemen ini pula, yang menurut rencana akan ia gunakan dalam merealisasikan idenya untuk memasok susu kedelai ke berbagai rumah sakit di Indonesia. [nok]
Minggu, Mei 03, 2009
Jamur Tiram - Purwokerto
Assalamualaikum, buat semuanya
Memang cukup mudah untuk membudidayakan jamur tiram. Tetapi terkadang bahan baku sulit didapat terutama bibit dan serbuk gergaji apalagi untuk daerah perkotaan yang justru merupakan lahan pemasaran yang sangat bagus. Dengan permasalahan yang demikian tidak mustahil asa untuk berbudidaya jamur jadi berkurang atau malah mungkin tidak dijalankan karena malas yang mengakibatkan kerugian.
Jika anda ingin memulai usaha ini mungkin anda bisa bermitra dengan saya. Saya juga menjual media jamur tiram siap panen. Bentuknya sudah dibungkus dg plastik PP (polypropilen), sudah memalui tahap pencampuran, pengukusan pemberian bibit dsb. Jadi anda tinggal melakukan perawatan dg menyemprotkan air 3-5 kali setiap hari. Dan anda tinggal memanen dalam beberapa hari (tergantung umur dari pembibitannya)
Jika ada yang berminat hub. no. 02817951188, (0281) 622274 atau zanzan74@yahoo.com .
Buat Pak Nur jika ada yang berminat mohon bantuannya untuk ditujukan ke no diatas. Kami melakukan pelayanan pesan antar untuk daerah manapun. Sekedar informasi domisili saya di Purwokerto.
Rabu, April 22, 2009
Food grade polypropylene may be on the horizon
By staff reporter, 20-Apr-2009
Related topics: Packaging
A research project that aims to ascertain the feasibility of recycling polypropylene (PP) into food grade packaging is underway in the UK.
The UK government funded Waste & Resources Action Programme (WRAP), which is charged with ensuring that the UK meets EU requirements on reducing waste, said the new scoping study will be conducted by Axion Consulting, in partnership with Greenstar WES, Fraunhofer IVV and Pira Consulting.
PP makes up a significant proportion of plastic food packaging including yoghurt pots, margarine tubs and sauce bottles; WRAP claims that the ultimate objective of this project is to develop a process to enable PP to be recycled and thus make it a more sustainable type of packaging.
High density polyethylene (HDPE) and polyethylene terephthalate (PET) bottles are increasingly recycled back into new plastic bottles and into food grade packaging too, but the infrastructure to recycle PP into food grade packaging does not exist, even though it is regularly recycled into industry plastics application such as buckets and pallets.
According to Axion Consulting, the study will test whether the food grade HDPE recycling process already in existence can be used to recycle PP so that it meets food grade standards.
Demanding process
Paul Davidson, special advisor on plastics at WRAP said that the agency recognises that retailers, brand owners and packaging companies all want PP to be available for food grade packaging:
"However with its many different grades and colours used in packaging, developing such a process will be demanding. We are pleased to be working with experts in this area to help scope this work, and enable the industry as a whole to move towards more sustainable packaging."
The scoping study ends in August, said WRAP, with its findings set to be published in the autumn.
Supply restrictions
However, according to the British Soft Drinks Association (BSDA), while a drive for greener packaging is ensuring a rapid demand increase for recycled materials in products, the supply currently remains limited for materials such as recycled PET (rPET).
And BSDA spokesperson Liz Bastone claims that governments have to do more to do to ensure the use of recycled packaging remains viable.
"It is essential that recycling rates grow and as part of the BSDA's sustainability strategy, the industry is keen to work with national and local government to further improve kerbside recycling schemes and recycling infrastructure," Bastone stated. "Clear, simple and consistent schemes will encourage consumers to recycle and will improve collection rates."
http://www.ap-foodtechnology.com/Packaging/Food-grade-polypropylene-may-be-on-the-horizon