Rabu, Januari 30, 2008

Atasi Limbah Dengan Bakteri Kurthia zopfii

Harian Surya 29 Januari 2007
Tingginya tingkat pencemaran di DAS Brantas yang kini mencapai 10-15 mg/liter atau diatas ambang baku mutu air sempat mengkhawatirkan masyarakat yang tinggal di aliran sungai. Pasalnya, sungai Brantas selama ini banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti mencuci, masak dan mandi.
Ironisnya, penyebab pencemaran sulit terdeteksi karena berasal dari limbah rumah tangga seperti sabun dan deterjen. Namun masalah itu kini tidak akan berlarut-larut andai masyarakat dan pemerintah daerah di Malang Raya mau mengaplikasikan hasil penelitian Ir Nur Hidayat MP, dosen Fakultas Teknologi Pertanian Unibraw.
Penelitian Ir Nur Hidayat MP bersama rekan-rekannya ini menemukan bakteri bernama Kurthia zopfii yang bisa menguraikan deterjen dan sabun menjadi senyawa yang tidak berbahaya.
"Kalau deterjen saja bisa diuraikan, tentu bahan kimia lain seperti kotoran manusia yang lebih ringan bisa dengan mudah diuraikan," terang Nur Hidayat saat ditemui Surya di ruang kerjanya, Senin (29/1).
Dijelaskan sekretaris jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP) FTP ini (kini ketua Lab Bioindustri), untuk bisa menguraikan deterjen, tinggal mencampurkan 1 cc bakteri kurthia zopfii ke dalam satu liter air atau kelipatannya. Bakteri ini akan memakan deterjen dan menguraikannya dalam hitungan jam. Sehingga air bisa langsung dialirkan ke sungai.
Istimewanya, usai memakan deterjen, bakteri ini akan berkembangbiak hingga mencapai populasi 100 juta. Pada tingkat populasi maksimal inilah ketika kondisi air sudah normal, bakteri ini akan mati dengan sendirinya dan mengendap menjadi senyawa organik.
"Senyawa organik bakteri ini bisa dimanfaatkan untuk kompos," terang Sie Ilmiah Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia Cabang Malang (kini sekretaris). Bakteri ini juga bisa mengalahkan bakteri eschericia coli yang membahayakan kesehatan. Saat ini, lanjutnya, pihaknya tengah mengupayakan mendapatkan hak paten atas hasil penelitiannnya tersebut. Jika paten ini didapatkan, tidak menutup kemungkinan temuan ini akan dileparkan ke pasaran.
Penemuan mikrobakteri ini adalah yang kesekian kalinya dilakukan Nur Hidayat. Sebelumnya, Nur Hidayat juga menemukan bakteri bacillus thuringiensis varietas israelensis. Bakteri ini bisa digunakan untuk memakan jentik-jentik nyamuk pembawa virus demam berdarah.

Tidak ada komentar: