Minggu, Desember 05, 2010

Musyawarah Bukan demokrasi?

Mengikuti polemik antara SBY dan masyarakat Jogja kadang sungguh menggelikan bagiku.
Aku yang lama tinggal di Jogja sering bingung jadinya.
UU mensyaratkan Gubernur, Bupati, Walikota dipilih langsung (katanya amanat undang2 sebagai negara demokrasi)
lalu?
apakah kalau rakyat menghendaki penetapan artinya melanggar?
lihatlah sila 4 Pancasila: musyawarah lebih dikedepankan daripada voting
kita selalu menganggap voting lebih hebat dari musyawarah:
segala keputusan diambil lewat voting
apa maknanya?
semua yg mayoritas adalah kebenaran meskipun itu adalah bohong belaka
janganlah minoritas memiliki kebenaran, karena ia adalah pelengkap penderita saja.
inikah demokrasi negara kita?
agama mengajarkan untuk musyawarah
Pancasila mengajarkan musyawarah
tapi pembesar kita mengajarkan voting karena musyawarah dianggap monarkhi bukan demokrasi
hebat.... hebat...... hebat
artinya HEran................. orang kok suka main baBAT , merasa dirinya paling hebat
tahu dampak voting?
Pilkada menghambur-hamburkan uang dan sumber konflik ataupun pertengkaran
pilkada sering menghasilkan orang2 yang selalu curiga dan menuduh curang pada yg menang
inikah yg kita harapkan.
jika kita telah menyetujui seseorang untuk memimpin kita haruskah dilarang?
justru orang yg dipilih rakyat itu lebih baik drpd orang yang mengajukan diri untuk dipilih rakyat
semoga para pembesar negeri ini dapat kembali ke ajaran agama dan Pancasila yakni mengutamakan musyawarah daripada voting yng dianaggap paling demokratis
amiin

Sabtu, Desember 04, 2010

menjelang tahun baru

tak terasa tahun baru hijriah akan muncul.
saya katakan tak terasa karena hampir tak ada gemanya sedikitpun baik dari umat Islam ataupun yang lain.
Mungkin ini disebabkan adanya pemahaman bahwa memperingati tahun baru adalah bid'ah bahkan ada yang mengatakan itu adalah manifestasidari penyembahan terhadap dewa api.

sayangnya....
diantara kita ternyata tetep saja asyik denan meringatan tahun baru masehi dan bahkan telah mempersiapkan segala rencana.
umat kita memang beragam.....
maka sayapun tidaklah heran ketika berbagai hari penting selalu jadi perdebatan.

ketika para wali memasukkan ajaran Islam, beliau2 menyatukan dengan budaya. mungkin oleh para ulama jaman sekarang para wali ini akan dianggap sebagai pewaris ahli bid'ah.
segampang itukah kita menuduh?
akankah Islam akanberkembang pesat diIndonesia tanpa upaya keras para wali?
kini
ketika Islam telah mengakar di bumi pertiwi
justru perpecahan muncul
banyak yang begitu garang, seakan hanya ia yang paling benar
banyak yg saling menyalahkan seakan takada kebenaran selaindari dirinya
tidak adakah ruang berbagi?
katanya kita selalumengucapkan basmallah setiap akan berbuat yang maknanya selalu dengan aksih dan sayang
lalu dimana kasih dan sayang kita?
jika setiap tindakan, kita selalu menyakiti yang lain?
aku tetap tak dapat mengerti
bahwa saudara-sauaraku seakan lebih hebat keislamanya dibandingan dengan Rasulullah, para sahabat, tabiin dan wali sehingga mereka dapat berbuat menyakit pada sesama dan juga yang lain agama
semoga datangnya tahun baru ini menjadikan islam sebagai agama rakhmatan lil alamain bukan agama yang menyakiti segenap ciptaan Allah.
amiin

Jumat, Agustus 13, 2010

Macam - macam sabar

macam-macam sabar yang kita perlukan:
1. Bersabar dari hasrat seksual yang terlarang
2. Bersabar dar keinginan perut
3. Bersabar untuk tidak mengeluarkan kata dan ucapan yang tidak baik
4. Bersabar terhadap kelebihan penghidupan (zuhud)
5. Sabar terhdap kecukupan duniawai (qona’ah = merasa cukup)
6. Sabar terhadap rasa marah (hilm = tidak membalas kejahatan apdahal mampu)
7. Sabar untuk tidak tergesa-gesa, tegar dan tenang (waqar dan tsabit)
8. Sabar untuk tidak memenuhi ajakan melarikan diri
9. Sabar untuk tidak memenuhi ajakan balas dendam
10. Sabar untuk tidak memenuhi ajakan kikir
11. Sabar untuk tidak memenuhi ajakan yang menyimpang dari ajaran agama islam meski nampaknya baik dari sisi adat
12. dsb

Firman Allah SWT dalam QS Al Ra'ad 22:
Dan orang-orang yang sabar untuk mencari ridha Allah, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizqi yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan, serta membalas kejahatan dengan kebaikan. Mereka itulah yang mendapatkan negeri kesudahan”

Jumat, Juli 23, 2010

Beriman

Dalam sebuah Hadits riwayat Muslim dinyatakan bahwa" kamu tidak akan masuk syurga hingga kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman hingga saling cinta pada sesama. Maukah aku tunjukkan sesuatu sesuatu yang jika kamu kerjakan akan timbul rasa cinta di antara kamu? sebarkanlah salam di antara kamu"

sebagai orang muslim tentunya kita tidak ingin dikatakan sebagai Islam KTP yakni Islam yang hanya sebagai identitas kertas bukan identitas diri. banyk ayat-ayat Al Qur'an yang memerintahkan kita berbuat sesuatu dengan diawali "Hai orang-orang yang beriman...." ini menunjukkan bahwa orang beriman punya kedudukan khusus
dan kita sering menyebut sebagai orang beriman namun kadang tidak melaksanakan apa yang diharuskan untuk dilaksanakan bagi orang beriman
kita menyebut beriman namun sering menyakiti kelompok lain
kita menyebut diri beriman sehingga kita musuhi yang kita anggap tidak beriman
padahal rasa cinta adalah bukti berimannya seseorang
setiap kita baca ayat Al Qur'an kita mulai dengan menyebut Allah yg maha pengasih lagi maha Penyayang sayang tak pernah dimaknai
maukah kita memaknai sesua ucapak kita?
menjadi orang yang pengasih dan penayayang?
lakukan dengan menyebarkan salam sebagai bukti bahwa kita adalah penuh kasih sayang.
ah seandainya.................

Jumat, Juli 09, 2010

ESQ

Baru-baru ini di TV diberitakan bahwa ESQ dianggap sesat oleh salah satu ulama di Malaysia. lalu ada komentar macam2 baik yang setuju maupun yang tidak setuju terhdp ESQ
marilah kita belajar agama pada ahlinya. yang gratis banyak kok
datanglah ke pengajian2 di Masjid2 InsyaAllah gratis karena gak perlu sewa hotel. masjid adalah rumah Allah. kenapa untuk memuliakannya kita tidak datang ke rumah Allah
sudahkan kita anti apda Masjid dan suka dengan tempat2 lain?
baik di masyarakat rendah berada ataupun yang kurang mampu banyak yang takut dengan masjid.
sebagai contoh untuk tahlilan mereka tidak mau ke masjid tapi kalo di rumah seseorang banyak yang datang.
apakah rumah Allah itu menakutkan?
apakah kita mau berkata cinta Allah jika datang ke masjid saja malas
apakah hotel lebih mulia dariapda masjid?
mungkin ini juga yang melandasi kenapa banyak masjid bersolek
ayo ke masjid
hiasi hati kita dengan suara masjid bukan suara hotel
maaf jika tidak berkenan