Tampilkan postingan dengan label sabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sabar. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 13, 2010

Macam - macam sabar

macam-macam sabar yang kita perlukan:
1. Bersabar dari hasrat seksual yang terlarang
2. Bersabar dar keinginan perut
3. Bersabar untuk tidak mengeluarkan kata dan ucapan yang tidak baik
4. Bersabar terhadap kelebihan penghidupan (zuhud)
5. Sabar terhdap kecukupan duniawai (qona’ah = merasa cukup)
6. Sabar terhadap rasa marah (hilm = tidak membalas kejahatan apdahal mampu)
7. Sabar untuk tidak tergesa-gesa, tegar dan tenang (waqar dan tsabit)
8. Sabar untuk tidak memenuhi ajakan melarikan diri
9. Sabar untuk tidak memenuhi ajakan balas dendam
10. Sabar untuk tidak memenuhi ajakan kikir
11. Sabar untuk tidak memenuhi ajakan yang menyimpang dari ajaran agama islam meski nampaknya baik dari sisi adat
12. dsb

Firman Allah SWT dalam QS Al Ra'ad 22:
Dan orang-orang yang sabar untuk mencari ridha Allah, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizqi yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan, serta membalas kejahatan dengan kebaikan. Mereka itulah yang mendapatkan negeri kesudahan”

Kamis, Juni 10, 2010

sabar dan syukur

nur hidayat

Sabar dan syukur adalah wujud dari keshalihan seseorang.

sebagaimana bunyi sebuah hadits : Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu’min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

kini mampukah kita menunjukkan diri kita sebagai seorang muslim?

yang selalu bersyukur ketika mendapatkan kebahagiaan dan bukan malah bersombong ria menyatakan sebagai keberhasilannya? seakan ialah yang hebat?

dan

sanggupkah kita bersabar ketika ada musibah? dan bukannya menyalahkan keadaan atau malah menyalahkan Allah?

kadang kita memang merasa paling benar dan harus selalu dibenarkan tanpa mau menyadari bahwa kita hanyalah seorang hamba yang harus selalu besujud pada-Nya.