Tampilkan postingan dengan label limbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label limbah. Tampilkan semua postingan

Kamis, Oktober 09, 2008

Pembuatan Pakan Ternak dari Limbah Kakao dengan Bantuan Aspergillus niger

By Kelompok 1

Asperigillus niger sangat bermanfaat dalam dunia industri. Jamur ini sering dimanfaatkan untuk pembuatan asam sitrat. Asam sitrat merupakan salah satu asam organik yang banyak digunakan di dalam industri kembang gula, makanan dan minuman, disamping industri-industri lain seperti industri farmasi, kosmetik dan sebagainya.

Berdasarkan kajian Direktur Eksekutif Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI), dan Peneliti PPKKI Jember, kulit buah kakao dan kopi banyak mengandung hara mineral khususnya kalium dan nitrogen dalam jumlah yang cukup tinggi dan jika diolah dengan teknologi khusus bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak yang memiliki prospek bagus.

Produksi enzim telah dilakukan melalui media fermentasi terendam dengan menggunakan jamur Aspergillus niger di dalam medium fermentasi yang mengandung dedak gandum sebagai substrat. Enzim yang dihasilkan antara lain enzim xylanase dalam jumlah besar dengan sedikit enzim selulase. Aspergillus niger ATCC 6275 di kultivasikan dalam erlenmeyer yang berisi substrat dedak gandum dan larutan medium fermentasi yang mengandung garam-garam mineral dan sumber nitrogen pada fermentasi terendam.

Cara pembuatannya adalah campurkan air dengan gula pasir, urea, NPK dan campur dengan Asperigillus Niger kemudian diaerasi 24-36 jam, dan setiap beberapa jam buihnya dibuang. Larutan Asperigillus siap dipakai. Limbah kopi dicampur dengan larutan Asperigillus yang siap pakai lalu didiamkan selama 5 hari, maka jadilah limbah kopi terfermentasi. Kemudiaan limbah ini dikeringkan, setelah limbah tersebut kering giling sehingga menjadi tepung limbah kering yang siap menjadi makanan ternak.

Rabu, April 09, 2008

Payung Penelitian skripsi

Pada hari rabu tanggal 9 April 2008 telah dilakukan rapat staf lab yang mengambil keputusan:
  1. Payung penelitian skripsi: "Bioenergi dan Penanganan Limbah"
  2. Bidang keahlian staf
  • WJT (limbah cair, bioegradasi, bakteri)
  • NHT (jamur, limbah, bio-energi)
  • IRN (limbah, bakteri, bioindustri)
  • NAF (bakteri, bioindustri, limbah)
  • SSH (limbah, energi, produksi bersih)
bagi mahasiswa yang merencanakan memiloih pembimbing 2 dapat menyesuaikan keahlian dosen yang ada. semoga hasil ini mempermudah mahasiswa dalam menyelesaikan studi/skripsi

Kamis, Maret 27, 2008

PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK ; Warga Dilalui Jaringan, Wajib Pasang

27/03/2008 05:28:18
YOGYA (KR) - http://222.124.164.132/web/detail.php?sid=157187&actmenu= 
Jika sebelumnya bukan merupakan kewajiban, saat ini warga Kota Yogyakarta yang huniannya dilalui jaringan air limbah domestik terpusat akan diwajibkan untuk menyambung ke jaringan tersebut. Aturan ini diterapkan, salah satunya mengingat kondisi air tanah di Kota Yogya sudah diambang jelek, di mana 80 persennya sudah tercemar bakteri Coli. "Makanya untuk melindungi dan tidak memperparah kondisi air tanah, sehingga kebutuhan air bersih sekaligus pelestarian lingkungan bisa terpenuhi, dibuatkan aturan baru tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik. Raperda mengenai hal ini, sudah masuk ke dewan dan masih dalam pembahasan. Apalagi Perda lama, yaitu Perda Nomor 9 Tahun 1991 tentang Pemeliharaan Assainering sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini," tandas Ika Rostika, Kabid Pengelolaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta bersama Suyana (Kabid Kebersihan) serta Budi Raharjo (Kabid Alat Perbekalan dan Retribusi) di Balaikota, Rabu (26/3). Dikatakan, dalam revisi tersebut, nantinya tarif langganan perbulan juga akan naik. Karena di Perda lama, dipatok tarif rumah tangga hanya sebesar Rp 500. "Kalau dengan retribusi sebesar itu, dengan 10.085 wajib retribusi (WR) yang saat ini menggunakan jaringan limbah domestik, hanya akan diperoleh pendapatan Rp 105 juta. Padahal biaya pemeliharaan jaringan setiap tahunnya cukup besar mencapai Rp 1,4 miliar," jelas Budi. Untuk itu, jika Raperda tersebut telah disetujui, retribusi untuk rumah tangga yang bangunannya di bawah 100 meter persegi dengan penghuni 1-5 jiwa akan dikenai pungutan Rp 3 ribu perbulan. Sedangkan tarif tertinggi dipatok Rp 110 ribu. Dengan patokan angka-angka tersebut, diharapkan seluruh pembiayaan penyelenggaraan jasa pengelolaan limbah di kota bisa terkaver. (Ret)-f Budi menjelaskan potensi WR yang akan menyambung jaringan sebanyak 13 ribu WR. Sedangkan kapasitas pipa jaringan yang saat ini tersedia bisa menampung 21 ribu WR. "Memang perlu waktu dan tidak ringan untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya pengelolaan air limbah," sambung Ika. Ditambahkan, sistem penarikan retribusi yang selama ini melalui door to door, agar lebih efektif juga akan diganti dengan melakukan kerjasama dengan wilayah setempat, seperti PKK, RT/RW atau Karang Taruna. (Ret)

Rabu, Januari 30, 2008

Atasi Limbah Dengan Bakteri Kurthia zopfii

Harian Surya 29 Januari 2007
Tingginya tingkat pencemaran di DAS Brantas yang kini mencapai 10-15 mg/liter atau diatas ambang baku mutu air sempat mengkhawatirkan masyarakat yang tinggal di aliran sungai. Pasalnya, sungai Brantas selama ini banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti mencuci, masak dan mandi.
Ironisnya, penyebab pencemaran sulit terdeteksi karena berasal dari limbah rumah tangga seperti sabun dan deterjen. Namun masalah itu kini tidak akan berlarut-larut andai masyarakat dan pemerintah daerah di Malang Raya mau mengaplikasikan hasil penelitian Ir Nur Hidayat MP, dosen Fakultas Teknologi Pertanian Unibraw.
Penelitian Ir Nur Hidayat MP bersama rekan-rekannya ini menemukan bakteri bernama Kurthia zopfii yang bisa menguraikan deterjen dan sabun menjadi senyawa yang tidak berbahaya.
"Kalau deterjen saja bisa diuraikan, tentu bahan kimia lain seperti kotoran manusia yang lebih ringan bisa dengan mudah diuraikan," terang Nur Hidayat saat ditemui Surya di ruang kerjanya, Senin (29/1).
Dijelaskan sekretaris jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP) FTP ini (kini ketua Lab Bioindustri), untuk bisa menguraikan deterjen, tinggal mencampurkan 1 cc bakteri kurthia zopfii ke dalam satu liter air atau kelipatannya. Bakteri ini akan memakan deterjen dan menguraikannya dalam hitungan jam. Sehingga air bisa langsung dialirkan ke sungai.
Istimewanya, usai memakan deterjen, bakteri ini akan berkembangbiak hingga mencapai populasi 100 juta. Pada tingkat populasi maksimal inilah ketika kondisi air sudah normal, bakteri ini akan mati dengan sendirinya dan mengendap menjadi senyawa organik.
"Senyawa organik bakteri ini bisa dimanfaatkan untuk kompos," terang Sie Ilmiah Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia Cabang Malang (kini sekretaris). Bakteri ini juga bisa mengalahkan bakteri eschericia coli yang membahayakan kesehatan. Saat ini, lanjutnya, pihaknya tengah mengupayakan mendapatkan hak paten atas hasil penelitiannnya tersebut. Jika paten ini didapatkan, tidak menutup kemungkinan temuan ini akan dileparkan ke pasaran.
Penemuan mikrobakteri ini adalah yang kesekian kalinya dilakukan Nur Hidayat. Sebelumnya, Nur Hidayat juga menemukan bakteri bacillus thuringiensis varietas israelensis. Bakteri ini bisa digunakan untuk memakan jentik-jentik nyamuk pembawa virus demam berdarah.