Jumat, November 13, 2009

Antara dusta dan jujur

Akhir-akhir ini masyarakat dibikin bingung dengan berita-berita yang sangat menyita perhatian dari masyarakat bawah hingga petinggi-petinggi Negara. Seolah negeri ini disibukkan oleh fenomena mencari kebenaran. Kebenaran seakan sesuatu yang hilang. Manusia sibuk mencari siapakan yang benar. Kebenarana mestinya memang ada dalam diri kita sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Selama seorang benar dan selalu memilih kebenaran dia tercatat di sisi Allah seorang yang benar (jujur). Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta, dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong).” (HR Bukhari).
Merujuk pada hadits di atas maka, keributan yang selama ini terjadi tentulah disebabkan adanya kedustaan di salah satu pihak. Sebagai contoh bagaimana seorang saksi mencabut BAP yang telah dibuat dan kemudian mengemukakan fakta baru. Fakta baru ini kemudian dibantah oleh pejabat yang berwenang. Siapakah yang melakukan kedustaan?
Rasulullah SAW bersabda: “Tanda-tanda oran munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat.” (HR Muslim).
Dalam pembicaraan di persidangan ada sesuatu yang menarik yang dikemukakan oleh saksi. Dia diminta untuk berdusta (mengatakan sesuatu yang tidak dilakukan terdakwa), karena dia diberi janji namun kemudian ia merasa dikhianati.
Adakah pengkhianatan? Siapakah yang berkhianat? Andai mereka tahu apa yang disabdakana Rasulullah SAW: “suatu khianat besar bila kamu berbicara kepada kawanmu dan dia mempercayai kamu sepenuhnya pdahal dalampembicaraan itu kamu berbohong kepadanya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Dari kisah yang sedang terjadi selama ini kita akan disuguhi sesuatu yang bagus tentunya yati semakin mengetahui cirri-ciri orang munafik. Akankah terungakap siapa yang munafik? Ataukah justru tertutupi oleh kekuatan sehingga kita makin dibutakan?
Semoga negeri ini kembali memperoleh rahmat Allah dengan pemimpin-peminpin yang amanah.
Amiin.
Posted by Picasa

Rabu, November 11, 2009

Cicak dan Buaya

Binatang cicak dan buaya kini menjadi pembicaraan banyak orang meskipun tidak dalam arti yang sesungguhnya. Cicak dan buaya hanya diwujudkan untuk personifikasi. Tepatkah mengunakan istilah cicak dan buaya?
Saya tidak dalam kapisitas membahas hal tersebut karena itu memang bukan bidang saya. Saya hanya ingin menulis apa itu cicak dan buaya.
Cicak merupakan binatang yang mampu merayap di dinding dan masyarakat meyakini bahwa cicak memiliki manfaat yaitu makan nyamuk. Seperti sebuah lagu anak-anak “Cicak cicak di dinding, diam-diam merayap, dating seekor nyamuk, hap, lalu ditangkap” lagu ini kemudian dilecehkan oelh iklan sebuah obat nyamuk yang menjadikan sang cicak frustasi karena asap itu lebih cepat mematikan nyamuk.
Selain kelebihan di atas, ada sebuah hadits yang cukup panjang tentang cicak. Intinya cicak ternyata ikut berpartisipasi saat Nabi Ibrahim dimasukkan dalam api melalui peniupan. Meskipun tiupan cicak itu tidak bermakna, namun dianggap cicak juga membantu untuk membakar Nabi Ibrahim. Dalam menyikapi hadits ini ulama bepeda pendapat. Ada yang mengatakan halal membunuh cicak bahkan dapat pahala karena sikap cicak yang melawan nabi Ibrahim. Ulama lain mennganggap hadits inisebagai teladan bahwa masyarakat kecil sering ikut2an memperkeruh peristiwa meski ia sendiri sebenarnya tak mengetahui maknanya.
Itu sekelumit tentang cicak
Buaya, kita kenal sebagai binatang buas. Kesitimewan buaya adalah ia tidak memiliki lidah sehingga dapat ditanwilkan ia tak mampu bersilat lidah namun akan memburu mangsanya dengan cara mengendap2 dan dengan tiba-tiba menyergapnya. Buaya juga punya sifat spesifik. Saat ia melakukan pencernaan ia membutuhkan energy dari luar agar panas tubuhnya meningkat dengan cara berjemur. Jadi sebenarnya buaya adalah suatu makhluk yang tidak mandiri meskipun ia dikenal buas. Adakah keutamaan buaya? Saat ini belum diketahui secara pasti. Yang sering jadi bahan julukan misalnya buaya darat dan sebagainya.Semoga catatan ringan ini menjadi renungan bagi kita bahwa cicak dan buaya adalah reptilian dengan sifat-sifatnya, telepas dia setuju atau tidak namanya dicatut oleh manusia
Posted by Picasa

Senin, November 09, 2009

Industri Roti

Roti memang bukan makanan asli Indonesia. Hal ini disebabkan bahan baku utamanya yaitu tepung trigu tidak dihasilkan dari tanaman yang tumbuh di Indonesia. Sehingga sebenarnya semakin tinggi tingkat konsumsi roti maka juga akan semakin tinggi pula impor gandum kita. Selain dari bahan impor, dalam pembuatan roti juga menggunakan bahan lokal. bahkan saat ini mulai digunakan bahan--bahan pengganti terigu.
beberapa hari yang lalu, dalam kaitan dengan program IPTEKDA kami melakukan pelatihan tentang pentingnya sanitasi industri
Materi diberikan oleh ibu Masdiana Padaga dari Universitas Brawijaya. dalam penyajiannya beliau banyak membicarakan masalah kebersihan personil selain lingkungan kerja. Masalah personil menjadi perhatian utama karena ini memang yang paling kurang diperhatikan oleh industri kecil.
Industri kecil sering menganggap remeh hal ini. Padahal kebersihan pekerja dapat mempengaruhi kualitas produk.
Dalam presentasinya beliau juga banyak menoroti sumber-sumber kontaminan.
Selain pelatihan di Roti Said's jember kita juga mengunjungi Tape 96 milik Pak Ibnu Cahyono yang juga binaan kita di kota Jember. sebelum pulang ditraktir beliau makan sate di sate pak Pri.
terima kasih Pak Ibnu.
Posted by Picasa

Jumat, November 06, 2009

Mikrobiologi Industri

Mikrobiologi Industri merupakan cabang dari Mikrobiologi yang mengkaji pemanfaatan mikrobia untuk kebahagiaan manusia.
berbagai jenis mikroorganisme seperti bakteri, khamir, jamur dan sebagainya.
dalam blog saya yang lain pembahasan tentang jamurtiram sangat banyak diminati sehingga kalau search dari google dengan kata kunci jamur tiram akan muncul blog saya http://permimalang.wordpress.com
dengan mempelajari manfaat mikrobia maka kita akan mensyukurinikmat Allah. bahwa dalam ciptaannya tedapat tanda-tanda kebesaran Allah.
Mikrobia yang beitu kecil ternyata banyk membantu kehidupan manusia.
Banyak proses-proses pangan mempergunakan aktivitas mikrobia seperti tape, tempe, keju, roti, dan masih banyak lagi.
dalam bidang lingkungan banyak mikrobia yang mampu mengurangi pencemaran lingkungan sehingga limbah yang dibuang jdi aman bagi lingkungan.
dalam bidang kesehatan banyk antibiotika yng dihasilkan oleh mikrobia.
jadi?
akankah kita sombong bahwa kita manusia adalah serba bisa?
Posted by Picasa

Senin, November 02, 2009

Pembuatan Pati Ganyong

Pengolahan ganyong menjadi pati dilakukan sesuai dengan tahapan penelitian Utomo dan Antarlina (1997) yang telah dimodifikasi dengan tahapan proses produksi di desa Tawangsari dengan tahapan secara lengkap adalah sebagai berikut :
1. Tahap penyortiran dan Pencucian
Sortasi dilakukan untuk memilih umbi yang utuh, masih segar, tidak busuk. Pencucian dilakukan untuk membersihkan sisa kotoran (tanah) yang masih tertinggal dan membuang akar-akar yang terdapat pada permukaan kulit ganyong.
2. Penimbangan
Ganyong yang telah dibersihkan kemudian ditimbang untuk mengetahui berat yang diinginkan (timbangan telah dikirim ke UKM). Ganyong yang akan diolah sebanyak 50 kg.

3. Pemarutan
Pemarutan bertujuan untuk memperkecil ukuran sehingga mempermudah proses pemisahan. Pemarutan dilakukan tanpa proses pengupasan kulit umbi. Pada tahap pemarutan ini bahan yang tertinggal pada mesin diasumsikan sebesar 0,1 %.
4. Ekstraksi dan Penyaringan
Proses ekstraksi dilakukan dengan penambahan air dengan perbandingan umbi:air adalah 1:3, sehingga bubur ganyong yang dihasilkan 199,95 kg.. Pemisahan dilakukan dengan penyaringan menggunakan kain saring sampai diperoleh ampas dan cairan (suspensi pati). Ampas yang diperoleh dari proses penyaringan diekstraksi kembali dengan penambahan air (ampas:air=1:2), kemudian disaring kembali untuk mendapatkan susu pati. Pengepres otomatis telah dikirim ke UKM.
5. Pengendapan dan pembuangan air
Cairan berupa susu pati yang diperoleh dari penyaringan 1 dan 2 dicampur dan diendapkan selama 1 jam, kemudian air hasil pengendapan dibuang sehingga diperoleh pati basah. Pati basah yang dihasilkan kemudian dicuci kembali dengan menambahkan air, di aduk dan didiamkan selama 1 jam. Pencucian ini dilakukan sebanyak 3 kali. Pencucian ini dilakukan agar pati yang dihasilkan putih bersih.
6. Pengeringan
Pati basah hasil pencucian dikeringkan pada suhu 600 C selama 5 jam menggunakan mesin pengering untuk mengurangi kadar air bahan sehingga diperoleh produk yang kering. Pada tahap pengeringan ini dilakukan pemindahan posisi produk yang dikeringkan pada 2,5 jam pertama. Tujuannya agar produk kering secara merata.
7. Penggilingan
Penggilingan dilakukan dengan menggunakan mesin penepungan dengan ukuran mesh 80-100, sehingga tidak perlu adanya proses pengayakan. Proses penggilingan bertujuan untuk mendapatkan butiran pati yang seragam.
Posted by Picasa